MUCC - Shion

MUCC - Shion
Tahun 2008 masih jauh dari usai. Namun, seperti apa yang dikatakan oleh teman-temanku sesama fans musik rock Jepang, album terbaru dari MUCC, yakni Shion, sangat layak untuk dijadikan BEST ALBUM OF THE YEAR. Yah, kalo dirasa dan dianggap terlalu naif, anggap saja Shion adalah calon terkuat untuk meraih predikat tersebut. Album yang dirilis tanggal 26 Maret 2008 kemarin ini sekali lagi merupakan pembuktian dari MUCC bahwa mereka memang layak untuk diandalkan dalam kancah musik rock Jepang. Album Shion sendiri di dalamnya terdiri atas 13 track lagu. Di mana 3 lagu diantaranya sudah pernah dirilis dalam bentuk single. Ketiga buah lagu tersebut adalah FUZZ, Flight dan Libra.

Yah, walaupun sudah banyak yang tahu siapa saja para personil dari MUCC, namun tidak ada salahnya aku ulangi sekali lagi di sini. MUCC terdiri dari 4 orang personil. Mereka adalah Tatsurou yang vokalnya sangat khas dan berkarakter, Miya pada posisi gitar, Yukke memegang alat bass dan terakhir adalah Satochi pada drum. Sebelum terkenal seperti sekarang ini, MUCC sempat dicap sebagai band Visual-kei, tepatnya Angura-kei/Eroguro. Setelah menjadi band mayor, sedikit demi sedikit MUCC berusaha untuk menghilangkan kesan Visual-kei. Begitu juga dengan lagu-lagunya yang makin lama makin dewasa. Secara keseluruhan mereka memainkan lagu yang berwarnakan rock general atau mainstream.

Okay, mari kita mulai menyimak album Shion ini dengan track pertama, yaitu Suion [02:14]. Suion hanya diisi dengan permainan instrumental yang cantik yang diisi dengan berbagai-bagai etnic-sound dan beberapa perkusi lainnya. Semakin didengar lagu ini, semakin naik pula adrenalin dari para pendengar. Itu wajar saja. Sebab track selanjutnya memang luar biasa kerennya....

Yup, track tersebut adalah Fukurou no yurikago [04:24]. Benar-benar sebuah tembang yang jenius! Aku yakin lagu ini pasti ciptaan-nya Miya. Dengan diiringi oleh instrumen-instrumen ala Timur Tengah, lagu ini menjadi salah satu lagu yang wajib didengarkan dalam album ini. Bahkan mungkin Fukurou no yurikago menjadi salah satu lagu terbaiknya MUCC. Musiknya sendiri nge-rock dengan sentuhan sedikit berat. Aksi driving-line bass-nya Yukke terasa mendominasi lagu. Vokal Tatsuro yang memiliki jangkauan nada luas itu sangat bisa didengar dengan indahnya. Great opener!!!

Dilanjutkan dengan track berikutnya, Nuritsubusu nara enji [04:09]. Lagi-lagi, musiknya terasa berat dengan mengandalkan permainan riff gitar Miya. Hampir seperti pada lagu sebelumnya, nuansa etnic masih sangat terasa sekali di sini. Baik itu bunyi gitar ala gitar padang pasir, serta berbagai perkusi yang dimainkan Satochi. Temponya sedikit progressive. Kadang lambat, namun kadang juga nge-up-beat. Terlihat Tatsuro bermain dengan suara dalam dan growlnya. Dan ternyata apa yang dia Tatsuro lakukan berbuah manis.

FUZZ [04:55], menjadi lagu berikutnya. Lagunya kental dengan irama dance. Dan didominasi dengan dentuman bass Yukke yang kencang. Makin memantapkan nuansa dance itu sendiri. Tetapi nuansa rock tidak ditinggalkan begitu saja. Ini bisa dilihat dari riff gitar sangat berat yang dimainkan sesekali oleh Miya. Ornamen-ornamen bunyian dari computer sound juga turut memperkaya komposisi dari lagu FUZZ ini. Nice!

Selesai FUZZ, disusul kemudian dengan lagu Game [05:46]. Another beautiful song by MUCC! Nyaris tanpa cela! Walau musiknya rada slow bahkan cenderung ballad, lagu ini secara materi dan komposisi sangat berbobot sekali. Beberapa verse yang dinyanyikan oleh Tatsuro memberikan kesan dramatis dan mendalam. Terlebih saat chorus, sangat klimaks sekali. Iringan gitar Miya benar-benar membuat lagu ini menjadi hidup. Terlebih Miya mempermanisnya dengan beberapa petikan gitar yang membuat suasana lebih mendalam lagi.

Setelah terhanyut akan kekhusyukan lagu Game, kita diajak sedikit bersemangat dengan tembang selanjutnya, yaitu Flight [03:42]. Bukan sebuah lagu bagus dari MUCC, namun setidaknya layak juga untuk didengarin. Terlebih lagunya memang penuh dengan sentuhan disco-beat. Track selanjutnya yang berjudul Anjelier [04:11], juga menjadi sebuah tembang yang lagi-lagi penuh dengan beat disco. Namun kali ini, vokal Tatsuro sangat prima sekali. Terlebih saat mencapai bagian chorus. Poweful dan melankolis. Tatsuro juga memamerkan falsetonya yang tidak kalah khas dan normal voice-nya itu.

Dan lagi, Chiisana mado [05:19] menjadi tembang dengan tema nge-ballad dan bernuansakan kesedihan. Penjiwaan Tatsuro melalui vokalnya sangat bisa tersampaikan kepada pendengar. Terlebih lagu ini diringi dengan musik yang rada-rada nge-orchestra/marching. Awal lagu terkesan kosong. Namun makin lama power dari lagu ini bisa tercurahkan dengan segala kharisma yang dimiliki oleh MUCC. Sangat menawan dan anggun.... Oh iya, great accoustic guitar solo by Miya there!!! Lagu Semishigure [03:30] yang bisa dijumpai sebelumnya dalam 2006 LIVE BOOTLEG #2 menjadi lagu berikutnya. Lagunya agak kencang dengan lagi-lagi mengandalkan permainan gitar Miya yang seakan tiada matinya itu.

Dilanjutkan dengan [lagi-lagi] sebuah tembang jenius dari MUCC. Yaitu Shion [05:15]. Sama seperti tembang Fukurou no yurikago dan Nuritsubusu nara enji, MUCC membawakan lagu ini dengan aroma etnic padang pasir. Setelah 1-2 verse, lagu menjadi agresif dengan tambahan vokal Tatsuro yang dalam dan berat. Dan vokalnya kembali jernih saat chorus. Sebuah lagu yang sangat terasa power dari MUCC itu sendiri. Satochi terlihat sangat serius sekali untuk mengimbangi riff-riff gitar yang dashyat dari seorang Miya [bahkan sampai memakai double bass drum]. Oh iya, Satochi di sini juga beraksi dengan beberapa perkusi.

Haha... coba tebak gimana dengan lagu selanjutnya yang dikasih judul Sora wasure [04:08] ini? Musiknya benar-benar cerah, riang dan gembira. Intronya saja sudah terdengar catchy di telinga tuh. Walaupun lagu ini tidak mengambil pakem asli dari gaya bermusiknya MUCC, Sora wasure oke juga untuk didengarin. Terlebih makin jauh ke dalam lagu ini semakin berkembang ke arah yang positif.

Shiva [05:06], intronya sangat khas dengan gaya power metal [Satochi nge-double pedal dengan iringan riff gitar Miya yang kencang]. Awalnya aku sempat menduga kalo lagu ini bakalan kencang dan cadas. Ternyata dugaanku itu sedikit salah. Hehehe! Tapi itu bukan masalah yang berarti, sebab lagunya sendiri memang bagus walau bagian vokal terasa lebih "ringan" dibandingkan musiknya yang sudah dashyat itu. Selain dashyat, juga penuh akan musikalitas indah. Coba dengarkan secara jeli. Maka dapat didengarkan beberapa aransemen yang sangat "lain".

Dan Libra [05:22] pun menjadi track terakhir yang bisa dijumpai dalam album Shion ini. Waktu single Libra ini dirilis, aku sudah mencintai lagu ini. Terlebih Libra versi album ini dibuat lebih fresh, tentu saja tidak perlu dipertanyakan lagi bagaiman asyiknya lagu ini. Jika ingin mendengarkan Tatsuro sedikit nge-rap, dengarkan lah lagu ini. Selesai tiap bait Tatsuro nge-rap, langsung dibalas dengan musik berat yang dimainkan oleh gitar Miya dan bass Yukke. Dan juga vokal Tatsuro saat chorus benar-benar menggetarkan dan kickass banget!!!

Fiuh, selesai juga untuk mereview album terbaru MUCC ini. Lumayan bikin badan pegal dibuatnya. Album Shion dengan tidak ragu aku beri 5/5 bintang. This is a great album by MUCC! Semua lagu yang ada di dalamnya bisa aku nikmati dengan enaknya tanpa harus me-repeat untuk kedua kalinya. HIGHLY RECOMMENDED!!! Jika aku adalah anak seorang presiden ataupun menteri ataupun gubernur dan memiliki banyak duit, tentunya album ini sudah aku order sejak beberapa hari kemarin. Well, itu semua hanya mimpi....

Thank you MUCC for your huge work on this record!!! I appreciate it!!! LONG LIVE MUCC!!!
[ Ajouter un commentaire ] [ Aucun commentaire ]

# Posté le jeudi 10 avril 2008 07:39

L'eprica - Sephirotic Tree

L'eprica - Sephirotic Tree
Ada yang pernah dengar band indie Visual-kei bernama L'eprica? Jika ada yang belum pernah mendengarnya, well, aku salah satu orang diantaranya. Aku baru tahu band ini setelah teman sesama fans rock indie Jepang memberikan file MP3 dari maxi-single mereka yang terbaru. Judulnya adalah Sephirotic Tree. Maxi-single ini dirilis pada tanggal 18 Maret 2008 kemarin.

Setelah menjelajah di dunia internet, barulah aku tahu bahwa L'eprica bukan lah band anak kemarin sore. Mereka sudah aktif sejak tahun 2004. Namun miskin dalam hal discography. Yup, L'eprica sampai detik ini baru merilis 1 buah single yaitu Rubble, yang dirilis tanggal 21 Juli 2007 dan 2 buah maxi-single yaitu Agnus Dei yang dirilis tanggal 25 Desember 2006 dan Sephirotic Tree yang sedang aku review ini. L'eprica sendiri di dalamnya terdiri atas 4 orang personil. Mereka adalah Raya pada vokalis, Xin pada posisi gitar, Mura yang memegang alat bass dan terakhir Be... S [namanya kok aneh gini?!] yang tentunya menggawangi posisi drum. Warna musik yang mereka mainkan bisa aku katakan murni rock tanpa embel-embel apapun.

Okay, langsung saja aku mulai mereview maxi-single ini yang dimulai dengan tembang andalan berjudul Sephirotic Tree [05:51]. Setelah mendengarkan tembang ini, hanya satu komentar: EXCELLENT!!!! Walaupun maxi-single ini dirilis bulan Maret kemarin, bisa aku katakan bahwa Sephirotic Tree menjadi BEST SONG OF THIS MONTH SO FAR!!! Musiknya sendiri nge-slow dan cenderung nge-power ballad. Pada beberapa verse, lagu diisi oleh iringan petikan gitar khas dan orisinil dari Xin yang ditemani oleh vokal Raya penuh penjiwaan. Nuansa sepi sangat terasa. Namun, begitu memasuki verse berikutnya warna musik tiba-tiba menjadi sedikit gahar dengan dominasi riff gitar yang sangat nempel di telinga. Saat chorus, benar-benar menjadi klimaks yang pas dari lagu ini. Kejutannya tidak sampai di sini. Solo gitar yang dimainkan Xin semakin menambah kesan indah lagu ini. Kayaknya tidak salah jika lagu ini aku kasih rating A+.

Track selanjutnya yang juga menjadi track terakhir yang bisa dijumpai dari maxi-single ini jatuh pada lagu yang judulnya sleep in vain [04:36]. Lagu ini hampir sama warna musiknya seperti lagu Sephirotic Tree sebelumnya tadi. Nge-slow. Biar begitu, musiknya memiliki melodi yang menarik. Thanks to Xin. Baru di sinilah Mura mulai beraksi dengan driving-bass-nya. Solo gitar yang dimainkan oleh Xin di tengah-tengah lagu, walaupun ada beberapa bagian yang melenceng, setidaknya sangat aku apresiasi. Good song!

Mendengarkan maxi-single ini, terlebih lagu Sephirotic Tree, sungguh membuat aku geleng-geleng kepala saking tidak percaya kok bisa band indie rock sekelas L'eprica menciptakan lagu yang sederhana namun berbobot dari segi musikalitas. Kalau sudah begini, layak ditunggu karya-karya terbaru dari L'eprica. Secara keseluruhan, maxi-single ini aku kasih 5/5 bintang. Great job, L'eprica!

Sekian dan terima kasih atas waktunya. Dadah....
[ Ajouter un commentaire ] [ Aucun commentaire ]

# Posté le jeudi 10 avril 2008 07:21

Modifié le jeudi 10 avril 2008 07:34